
Mengelola Kesabaran Melejitkan Kesuksesan
KESABARAN sering kali disalahartikan sebagai sebuah sikap pasif dan pasrah menerima segala hal dalam kehidupan. Akibatnya lebih sering banyak orang yang tenggelam dalam kenestapaan berbagai masalah yang semakin rumit dengan berdalih sebagai sikap sabar. Padahal, kesabaran sebenarnya merupakan sebuah sikap yang dinamis untuk menghadapi pelbagai tantangan dalam hidup.
Karena sejatinya kesabaran merupakan kumpulan energi besar dan berpotensi melejitkan kesuksesan bagi siapa saja yang memilikinya. Namun, kesabaran pun tidak seperti ilmu eksakta. Karena bukan jaminan siapa pun yang bersabar pasti akan sukses. Kesabaran itu lebih seperti sebuah seni yang perlu ditumbuhkan, terus dilatih, dan diterapkan dalam berbagai kondisi. Karena itu buah dari kesabaran bisa dirasakan melalui berbagai cara yang tak disangka-sangka.
Seperti penjelasan Nabi Ibrahim AS bahwa kesabaran itu secara garis besar ada tiga jenis. Pertama, kesabaran dalam menunggu hasil akhir dari sebuah usaha.Kedua, kesabaran dalam mempertahankan diri dari berbagai godaan perbuatan maksiat. Ketiga, kesabaran menjalankan sesuatu untuk mencapai tujuan.
Dari situ bisa ditarik benang merah bahwa kesabaran bukan pemberian langsung Tuhan kepada umatnya sejak lahir. Sebaliknya, kesabaran merupakan balasan dari segenap usaha yang telah dilakukan siapa saja. Selain itu, kesabaran bukan pula sebuah pemberian yang baku dan sudah terukur.
Kesabaran bisa terus ditingkatkan melalui berbagai usaha, pemberdayaan diri, dan pembelajaran yang berkesinambungan. Untuk mengoptimalkan kesabaran dalam diri kita, buku Quantum Sabar karya AN Ubaedy, pengelola Bismika Institut, layak menjadi rujukan. Buku ini mengupas secara konstruktif tentang konsep kesabaran.
Bukan itu saja, buku yang terbagi dalam lima bab ini menjelaskan bahwa kesabaran adalah sebuah kemampuan yang perlu terus ditingkatkan. Diterangkan juga penyebab kegagalan seseorang untuk menjadi penyabar dan solusi apa untuk mengatasinya. Tak ketinggalan dibahas secara khusus hubungan antara kesabaran dan kecerdasan.
Buku ini membuka wawasan kita agar lebih positif memahami konsep kesabaran sebagai sebuah upaya kontinu untuk mencapai kesuksesan. Bukan sebuah sikap pasif dan pasrah menerima segala kenyataan yang menimpa dalam kehidupan ini. (wasis wibowo)
Sumber : Koran Sindo, 17 maret 2009 |