
Ada sekerat daging di dalam tubuh manusia yang bila kondisinya ’’sakit’’, maka akan membuat seluruh tubuh menjadi sakit.Namun, bila keadaannya baik,maka baik pula seluruh anggota tubuh lainnya.
Sekerat daging itu adalah hati. Begitu pentingnya fungsi hati, jadi harus benar-benar dijaga agar tidak memberikan pengaruh buruk bagi seluruh tubuh. Sebaliknya, setiap saat hati harus terus diberikan ’’makanan’’ yang bergizi agar sehat dan selalu diasah agar tetap peka.Dengan memiliki hati yang ’’sehat’’ dan memiliki kepekaan akan membuat seorang manusia mampu menghadapi segala tantangan dalam kehidupan.
Bukan itu saja,dengan hati yang’’sehat’’ danpeka,makakehidupan yang dijalaninya akan menjadi lebih damai.Hati yang berfungsi baik akan membimbing pemiliknya ke jalan yang benar dan mencapai tujuan yang abadi.Bahkan,dengan hati yang benar-benar peka membuat si empunya dapat menggapai kebesaran Ilahi.
Pentingnya usaha mengasah kepekaan hati setiap saat terangkum dalam buku Ketika Hati Bersimpuh karya Hery Sucipto. Buku setebal 306 halaman yang diterbitkan penerbit Himmah, berisi berbagai nasihat dan kisah yang disarikan dari berbagai sumber,termasuk Alquran dan Alhadist.
Buku yang dituliskan dengan bahasa yang ringan dan cair membuat mudah memahami berbagai hikmah yang disampaikan.Buku ini secara garis besar mengandung berbagai pelajaran untuk melunakkan hati sehingga menjalani kehidupan dengan hati-hati agar tidak terjerembab dalam jurang kesalahan.
Misalnya, mengembangkan sikap rendah hati, ikhlas dalam beramal,menghormati orang lain,dan meningkatkan pengetahuan.Bila hati benarbenar bersih dan peka, segala cobaan, tantangan, dan permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan akan dihadapi dengan besar hati dan optimistis.
Hati yang bersih membuat kita terus berusaha mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, baik melalui berbagai amalan ibadah secara vertikal maupun horizontal. Hal itu akan melengkapi perjuangan manusia berusaha dan bertawakal dalam menghadapi ujian yang dihadapi.
Sebab,semua itu disadari sebagai perjuangan untuk menggapai kebesaran Ilahi. Jadi tak akan ada lagi tempat untuk keluh kesah,kemarahan, penyesalan, atau putus asa dalam menghadapi pelbagai ujian.Sebaliknya yang muncul adalah optimisme,harapan, dan keyakinan, akan masa depan yang lebih baik.
Bermacam masalah yang muncul akan dianggap sebagai sarana untuk menunjukkan keunggulan diri. Buku ini terasa begitu pas dengan kondisi saat ini yang dalam kondisi perekonomian yang lesu, munculnya berbagai masalah politik, sosial, dan kriminal yang silih berganti.( wasis wibowo)
(Harian Sindo, Kamis, 29 Januari 2009) |